![]() |
| Sumber : kominfo.go.id |
Ransomware ini dinamai Petya, kemudian kenapa ransomware ini lebih berbahaya dibandingkan wannaCry, berikut ulasannya.
Berdasarkan kabar yang beredar ransomware "Petya" mulai menyerang jaringan komputer global pada 27 Juni 2017 kemudian, yang sudah menginfeksi banyak komputer di Ukraina, Rusia, India, Prancis dan berbagai komputer milik perusahaan besar yang ada di aneka macam negara. Berdasarkan catatan dari symantec, petya ialah sebuah program jahat yang sudah ada sejak tahun 2016 silam dengan nama lain NotPetya, Mischa, GoldenEye. Kapersky sebuah perusahaan keamanan Rusia menyampaikan bahwa Petya dirancang sebagai wiper yang berpura pura menjadi Ransomware yang menjanjikan akan memberi isyarat unik untuk membuka file yang terenkripsi, namun berdasarkan analisa yang dilakukan Kapersky instruksi unik itu hanyalah aba-aba unik biasa yang tidak bisa digunakan untuk membuka file yang terenkripsi.
Makara bahwasanya petya tidak memiliki arahan unik untuk membuka file yang telah terenkripsi, karena petya adalah program jahat yang dibuat dengan tujuan untuk merusak
dan menghancurkan data yang ada pada hard disk.
Cara kerja ransomare petya
Petya memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan WannaCry yang mengenkripsi file sistem satu per satu. Petya me-reboot dan mengenkripsi tabel file master hard drive yang menciptakan Master Boot Record/MBR tidak mampu dioperasikan serta membatasi jalan masuk ke sistem penuh dengan cara menyita isu penting yang ada pada komputer.
Petya dapat menggantikan Master Boot Record komputer yang terinfeksi dengan menampilkan pesan undangan sejumlah uang tebusan yang risikonya komputer tidak mampu melakukan proses booting ke sistem operasi. Jika sudah seperti itu otomatis komputer tidak dapat dipakai.
Seorang pakar antivirus Vaksincom Alfon Tanujaya memaparkan bahwa petya dapat menginfeksi seluruh komputer yang ada dalam satu jaringan walaupun hanya menyerang satu komputer yang bertindak sebagai komputer direktur.
Sampai dikala ini belum ditemukan siapa pembuat dan cara mengatasi Ransomware ini, tapi ada beberapa vendor antivirus yang menyampaikan bahwa antivirus mereka sudah mampu
memperbaiki komputer yang terinfeksi Petya hanya saja saya belum tahu antivirus pastinya itu apa.
Upaya pencegahan serangan Ransomware Petya
Ada beberapa cara untuk mampu mencegah komputer terinfeksi Ransomware Petya yang aku kumpulkan dari beberapa sumber, adalah :
1. Selalu gunakan dan update antivirus komputer anda guna mendeteksi serangan petya secara dini walaupun ini belum tentu dapat mengurangi resiko terinfeksinya komputer anda.
2. Lakukan backup data secara terjadwal supaya data anda tetap selamat, walaupun harus melaksanakan install ulang ketika komputer diserang Petya. Sebenarnya backup data sangat
dibutuhkan walaupun tidak diserang virus agar data anda tetap kondusif dikala terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
3. Bagi anda administrator jaringan komputer besar, pastikan bahwa Intrusion Prevention System selau terupdate dengan signature terbaru, dan monitoring lah selalu port service 139/445 pada firewall serta matikan service dikala anda melihat aktivitas yang mencurigakan guna mencegah serangan petya.
4. Kebanyakan komputer yang terinfeksi Petya yaitu komputer yang menggunakan sistem operasi Windows, ini sebab Petya memanfaatkan kelemahan Microsoft SMBv1, jadi untuk mencegahnya anda dapat menginstall patch MS17-010 atau menonaktifkan SMBv1 dan menggunakan SMBv2, SMBv3.
Baca Juga : Cara Mematikan Fungsi SMB v1 pada Windows5. Saat komputer terinfeksi Petya, komputer akan melakukan proses seperti proses checking disk CHKDSK, namun ini sebenarnya ini merupakan proses yang dilakukan Petya
yang berlangsung selama satu jam untuk menginfeksi seluruh komputer. Saat ini terjadi segera matikan komputer anda dan ambil semua file penting anda dengan sistem operasi live CD seperti linux, setelah itu instal ulang komputer anda.
Berdasarkan data diatas saya menyimpulkan bahwa data korban yang terinfeksi petya tidak akan selamat walaupun telah membayar sejumlah uang sebab Petya bukan Ransomware, tapi wiper yang bertujuan untuk merusak dan menghancurkan data yang ada pada hard drive. Analisa ini semakin memperkuat anggapan kita bahwa penjahat penyebar Petya tidak hanya mengejar keuntungan finansial namun juga bertujuan untuk merusak komputer korban.
Itulah sedikit pembahasan saya mengenai Petya, sebuah Ransomware baru yang lebih berbahaya dibandingkan WannaCry. Mohon maaf jikalau ada kesalahan dan kekurangan dari
artikel diatas. Terima Kasih



