Belajar PHP : Pengenalan Bahasa Pemrograman PHP - Pada kesempatan kali ini aku akan membahas artikel perihal pengenalan dalam seri Belajar Bahasa Pemrograman PHP. Sebelum anda melanjutkan membaca, aku ingin sedikit memperjelas sebenarnya artikel ini ditujukan untuk anda yang berkeinginan untuk mencar ilmu programming dan aku kondisikan bahu-membahu untuk mengetahui sedikit banyak nya apa itu programming.
Jika kondisi anda dikala ini sesuai dengan asumsi aku, silahkan lanjutkan membaca. Ada aneka macam website yang berseliweran di internet, mulai dari web pemerintah, jual beli, blog, ataupun website lain dengan tujuan pembuatan yang berbeda - beda. Saat ini sudah banyak bahasa pemrograman yang mampu digunakan untuk membuat web, mirip Python, Java, dan sebagian dari website ini juga dibuat dengan bahasa pemrograman php.
Sebelum lanjut ke pembahasan yang lebih dalam, mari kita lihat sejarah bahasa pemrograman PHP dulu.
Sedikit Sejarah...
Awalnya PHP dibentuk oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 yang merupakan abreviasi dari
Personal Home Page (Situs Pribadi) yang awalnya hanya berupa skrip untuk mengolah data formulir dari web.
Kemudian Rasmus Lardorf merilis arahan sumber php untuk umum yang membuat banyak orang tertaris untuk mengembangkan php. Pada bulan November 1997, PHP/FI 2.0 dirilis dan sudah bisa di implementasikan dalam program C. Tidak usang sesudah itu sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang PHP sehingga menjadi lebih higienis, lebih baik, dan lebih cepat.
Kemudian pada tahun Juni 1998, Zend merilis interpreter gres PHP dan dinamai PHP 3.0. Pada perilisan ini, arti dari nama php berubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessing. Pada pertengahan 1999 Zend kembali merilis interpreter PHP dan dikenal dengan nama PHP 4.0 yang merupakan versi php yang paling banyak dipakai pada awal periode ke 21.
Dengan php versi ini, banyak orang yang sudah bisa membangun web kompleks namun tetap cepat dan mempunyai tingkat stabilitas yang tinggi untuk kurun itu.
Cukup sudah membahas sejarah, mari kita lanjutkan ke pembahasan selanjutnya wacana pengertian PHP.
Pengertian dan Fungsi PHP
PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk membangun web di sisi server. INGAT ya di sisi server (server side) jangan hingga salah. Ini berarti bahasa pemrograman php hanya hanya digunakan disisi server dan bukan di sisi client. Mengapa demikian ? ini alasannya adalah php hanya dipakai untuk memproses data dari database, baik itu input data, hapus data, ataupun mengubah data. Dari sini mampu dilihat, bahwa untuk membangun aplikasi berbasis web, seorang developer tidak hanya menggunakan php, namun juga dengan html, CSS dan javascript.
Lalu apa alasan yang menciptakan PHP layak untuk dipelajari ?. Kan ada banyak bahasa pemrograman lain yang mampu digunakan untuk membuat web. berikut ulasannya.
Kelebihan PHP
1. Gratis alias Open Source
Ini merupakan alasan pertama mengapa PHP layak anda pelajari. Bahasa pemrograman PHP merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang berlisensi Open Source, yang berarti gratis, boleh di kembangkan serta boleh dipakai untuk komersial.
2. Cross Platform
Ini berarti PHP bisa dijalankan di banyak sekali sistem operasi baik, linux, MAC OS, ataupun Windows.
3. Mendukung banyak web server mirip Apache, Nginx,Lighttpd, IIS dan aneka macam Web Server Lain.
4. PHP tergolong bahasa pemrograman yang gampang dipelajari alasannya adalah tutorial belajarnya sangat banyak bertebaran di internet baik yang berbahasa Indonesia ataupun Inggris.
5. Mendukung banyak RDBMS seperti MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan lain-lain.
6. Dukungan komunitas yang besar, ini mampu dilihat dari banyaknya grup social media yang membahas PHP.
Kekurangan PHP
1. Tidak mengenal yang namanya Encoding.
2. Harus menginstall web server jikalau ingin menggunakannya.
3. Source code PHP gampang dibaca dan dikenali, sehingga sedikit sulit untuk membangun web dengan tingkat keamanan tinggi.
4. PHP belum sepenuhnya bersifat OOP atau Object Oriented Programming.
Mari kita lanjutkan pembahasan ke Tipe Data PHP...
Tipe Data Dalam PHP
Setiap bahasa pemrograman mempunyai tipe data yang bisa di olah, berikut tipe data dalam PHP :
1. Integer
Merupakan tipe data bilangan bulat atau bilangan bilangan tak berkoma, seperti 10, 213, dan 5000.
2. Double/Float/Real
Merupakan tipe data yang menampung bilangan bilangan cuilan atau berkoma seperti 2.1, 3.14 .Pada contoh ini, anda tentu melihat, bahwa aku menggunakan titik dan tidak koma untuk menuliskan tipe data Double, Mengapa demikian ? ini alasannya adalah PHP tidak mengenal tanda "," sehingga digantikan dengan tanda titik "."
3. Boolean
Merupakan tipe data yang hanya mengenal dua nilai yakni TRUE dan FALSE. Tipe data ini biasanya dipakai untuk menentukan sebuah kondisi. Dimana jika kondisinya benar, maka akan bernilai TRUE dan jika salah akan bernilai FALSE.
4. Null
Merupakan tipe data yang bernilai kosong, entah mengapa tipe data ini ada, mungkin akan saya bahasa di artikel lain. Tapi aku yakin, tipe data ini ada gunanya. Tidak mungkin pengembangan PHP menciptakan tipe data ini tanpa maksud dan tujuan tertentu.
5. String
Merupakan tipe data yang memuat semua abjad abjad, simbol dan angka. Kok angka ? bukannya angka itu merupakan tipe data integer ya ? Begini maksudnya setiap angka yang ditampung dalam tipe data String tidak dianggap sebagai angka melainkan sebagai sebuah karakter yang tidak bisa digunakan untuk melaksanakan operasi matematika.
6. Array
Merupakan tipe data yang dipakai untuk menampung banyak nilai. Untuk tipe data ini akan aku jelaskan pada artikel lain supaya maknanya tidak ambigu, ntar jadi salah paham perihal tipe data array dalam PHP.
7. Object
Merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan dan isu perihal cara untuk mengolah data tersebut. Naah jadi bingungkan ? Ntar aku bahas di artikel lain. Artikel lain mulu, apa ga mampu dibahas disini ?. Sebenarnya bisa saja, hanya saja saya takut pemaparannya tidak sesuai dengan arti bergotong-royong, dan akan berujung pada KEBINGUNGAN. Kaprikornus tunggu aja artikelnya ya.
8. Resource
Kayak kosa kata dalam bahasa Inggris ya ?. Emang bener, bila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti "sumber daya". Nah ini apalagi coba ?. Baru belajar ini udah kaya gini bingungnya. Tenang tipe ini merupakan tipe data spesial yang mereferensikan keterkaitan luar melalui sebuah fungsi. Beda halnya dengan tipe data lain, tipe data ini hanya berbentuk sebuah fungsi.
Berikut tipe data PHP yang masuk dalam kategori tipe data Resource :
- mysqli_connect digunakan untuk menghubungkan PHP dengan database.
- ftp_connect digunakan untuk menghubungkan dan membuka protocol FTP.-
- imagerotate() digunakan untuk memutar sebuah gambar. kayak rotasi gitu deh.
Variabel dalam PHP
Menurut Wikipedia, varibel yakni suatu lokasi penyimpanan (didalam memori komputer) yang berisikan nilai atau gosip yang nilainya tidak diketahui maupun telah diketahui.
Itu berdasarkan Wikipedia ya, kini versi saya. Varibel merupakan tempat yang digunakan untuk menampung suatu data, baik itu berupa huruf, angka atau pun data lain yang dibutuhkan seorang programmer untuk membangun web di sisi servernya.
Varibel ini bida saja berisi berita yang diinginkan dan juga dapat berubah ketika script code dijalankan.
Varibel dalam bahasa pemrograman pada umumnya dipakai untuk menampung data inputan dari user ataupun untuk menampung data yang sudah didefenisikan sebelumnya, sama halnya dengan varibel dalam PHP, hanya saja tentu ada aturan dalam penulisannya, berikut aturan penulisan variabel dalam PHP :
Untuk menulis script PHP anda harus mengetahui opening dan closing tag dalam PHP. Tag ini harus ditulis saat anda memulai dan mengakhiri penulisan dari sebuah script PHP.
Opening tag PHP berupa "".
Nah lanjut ke hukum penulisan variabel dalam PHP, berikut aturannya :
1. Penulisan variabel harus diawali dengan tanda dollar $ atau biasa dikenal dengan nama "String".
Setelah tanda $, silahkan anda buat variabel dengan nama apa saja, mampu diawali dengan aksara dan undescore (_), untuk karakter selanjutnya boleh menggunakan aksara, angka, dan underscore (_). Dan perlu anda ketahui, minimal panjang karakter penamaan variabel dalam PHP adalah 1 aksara.
Penulisan variabel dilarang mengandung spasi, karakter khusus, dan harus diakhiri dengan titik koma ";".
Contoh penulisan variabel yang benar:
Contoh penulisan variabel yang salah :
2. Variabel PHP bersifat Case Sensitive
Setiap variabel dengan penamaan yang sama walaupun hanya berbeda dari penulisan abjad besar dan kecilnya akan dianggap berbeda dalam PHP. Misalnya saja $pemrograman akan berbeda dengan $Pemrograman, jadi harap berhati - hati dalam penamaan variabel.
3. Menggunakan tanda sama dengan setelah nama variabel
Jika anda ingin menawarkan atau mendefenisikan sebuah nilai dalam variabel dalam PHP, anda harus menggunakan tanda sama dengan (=) / assignment operators. Pemberian nilai ini disebut dengan assignment. Dan bila nilai pada sebuah variabel belum dipakai, dan pribadi diberikan nilai sesudah penamaannya, makan proses ini disebut dengan inisialisasi.
Contoh perlindungan nilai awal pada variabel :
4. Varibel dalam PHP tidak memerlukan deklarasi tipe data terlebih dahulu.
Kalau anda pernah belajar bahasa pemrograman lain sebelumnya seperti C++, pasti anda harus mendeklarasikan tipe data dari sebuah variabelnya terlebih dahulu. Berbeda dengan PHP, anda tidak perlu melaksanakan itu. Anda boleh saja membuat variabel ditengah acara pribadi menggunakannya.
Contoh nya :
5. Variabel PHP tidak terikat pada tipe data tertentu
Bahasa pemrograman PHP masuk dalam kelompok Loosesly Type Language, yakni suatu jenis bahasa pemrograman yang variabelnya tidak terikat pada tipe data tertentu.
Beda halnya pada bahasa pemrograman Pascal atau C, jika di awal sebuah variabel di diklarasikan sebagai tipe data integer maka variabel itu hanya bisa di isi angka dan tidak bisa di isi dengan data lain.
Contoh penggunaan variabel PHP yang tidak terikat tipe data tertentu :
6. Variabel bawaan PHP (Predefined Variables)
Predefined variables atau variabel bawaan, merupakan variabel yang sudah di defenisikan eksklusif oleh sistem PHP dan tidak bisa dirubah data beserta fungsinya. Dan yang terpenting, anda jangan membuat variabel dengan nama yang sama dengan variabel tersebut.
Contoh Predefined variabel php :
$GLOBALS , $_SERVER , $_GET , $_POST , $_FILES , $_COOKIE , $_SESSION , $_REQUEST , $_ENV, $php_errormsg, $HTTP_RAW_POST_DATA, $http_response_header, $argc, $argv, $this . Sebenarnya masih banyak lagi predefined variabel pada PHP, untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di situs resmi PHP yakni http://www.php.net/reserved.variables , yang di dalamnya terdapat variabel yang masuk dalam kategori variabel bawaan PHP,
yang mana hal ini juga tergantung pada versi PHP, web server dan beberapa faktor lainnya.
Udah itu aja dulu, untuk kelanjutannya akan saya buat di artikel lain tentang PHP. Demikian penjelesan tentang "Belajar PHP : Pengenalan Bahasa Pemrograman PHP". Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan artikel di atas.
Referensi
https://www.codepolitan.com/variabel-dan-tipe-data-php-berguru-php
https://www.duniailkom.com/pengertian-variabel-dan-cara-penulisan-variabel-php/
Jika kondisi anda dikala ini sesuai dengan asumsi aku, silahkan lanjutkan membaca. Ada aneka macam website yang berseliweran di internet, mulai dari web pemerintah, jual beli, blog, ataupun website lain dengan tujuan pembuatan yang berbeda - beda. Saat ini sudah banyak bahasa pemrograman yang mampu digunakan untuk membuat web, mirip Python, Java, dan sebagian dari website ini juga dibuat dengan bahasa pemrograman php.
Sebelum lanjut ke pembahasan yang lebih dalam, mari kita lihat sejarah bahasa pemrograman PHP dulu.
Sedikit Sejarah...
Awalnya PHP dibentuk oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 yang merupakan abreviasi dari
Personal Home Page (Situs Pribadi) yang awalnya hanya berupa skrip untuk mengolah data formulir dari web.
Kemudian Rasmus Lardorf merilis arahan sumber php untuk umum yang membuat banyak orang tertaris untuk mengembangkan php. Pada bulan November 1997, PHP/FI 2.0 dirilis dan sudah bisa di implementasikan dalam program C. Tidak usang sesudah itu sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang PHP sehingga menjadi lebih higienis, lebih baik, dan lebih cepat.
Kemudian pada tahun Juni 1998, Zend merilis interpreter gres PHP dan dinamai PHP 3.0. Pada perilisan ini, arti dari nama php berubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessing. Pada pertengahan 1999 Zend kembali merilis interpreter PHP dan dikenal dengan nama PHP 4.0 yang merupakan versi php yang paling banyak dipakai pada awal periode ke 21.
Dengan php versi ini, banyak orang yang sudah bisa membangun web kompleks namun tetap cepat dan mempunyai tingkat stabilitas yang tinggi untuk kurun itu.
Cukup sudah membahas sejarah, mari kita lanjutkan ke pembahasan selanjutnya wacana pengertian PHP.
Pengertian dan Fungsi PHP
PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan bahasa pemrograman yang ditujukan untuk membangun web di sisi server. INGAT ya di sisi server (server side) jangan hingga salah. Ini berarti bahasa pemrograman php hanya hanya digunakan disisi server dan bukan di sisi client. Mengapa demikian ? ini alasannya adalah php hanya dipakai untuk memproses data dari database, baik itu input data, hapus data, ataupun mengubah data. Dari sini mampu dilihat, bahwa untuk membangun aplikasi berbasis web, seorang developer tidak hanya menggunakan php, namun juga dengan html, CSS dan javascript.
Lalu apa alasan yang menciptakan PHP layak untuk dipelajari ?. Kan ada banyak bahasa pemrograman lain yang mampu digunakan untuk membuat web. berikut ulasannya.
Kelebihan PHP
1. Gratis alias Open Source
Ini merupakan alasan pertama mengapa PHP layak anda pelajari. Bahasa pemrograman PHP merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman yang berlisensi Open Source, yang berarti gratis, boleh di kembangkan serta boleh dipakai untuk komersial.
2. Cross Platform
Ini berarti PHP bisa dijalankan di banyak sekali sistem operasi baik, linux, MAC OS, ataupun Windows.
3. Mendukung banyak web server mirip Apache, Nginx,Lighttpd, IIS dan aneka macam Web Server Lain.
4. PHP tergolong bahasa pemrograman yang gampang dipelajari alasannya adalah tutorial belajarnya sangat banyak bertebaran di internet baik yang berbahasa Indonesia ataupun Inggris.
5. Mendukung banyak RDBMS seperti MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan lain-lain.
6. Dukungan komunitas yang besar, ini mampu dilihat dari banyaknya grup social media yang membahas PHP.
Kekurangan PHP
1. Tidak mengenal yang namanya Encoding.
2. Harus menginstall web server jikalau ingin menggunakannya.
3. Source code PHP gampang dibaca dan dikenali, sehingga sedikit sulit untuk membangun web dengan tingkat keamanan tinggi.
4. PHP belum sepenuhnya bersifat OOP atau Object Oriented Programming.
Mari kita lanjutkan pembahasan ke Tipe Data PHP...
Tipe Data Dalam PHP
Setiap bahasa pemrograman mempunyai tipe data yang bisa di olah, berikut tipe data dalam PHP :
1. Integer
Merupakan tipe data bilangan bulat atau bilangan bilangan tak berkoma, seperti 10, 213, dan 5000.
2. Double/Float/Real
Merupakan tipe data yang menampung bilangan bilangan cuilan atau berkoma seperti 2.1, 3.14 .Pada contoh ini, anda tentu melihat, bahwa aku menggunakan titik dan tidak koma untuk menuliskan tipe data Double, Mengapa demikian ? ini alasannya adalah PHP tidak mengenal tanda "," sehingga digantikan dengan tanda titik "."
3. Boolean
Merupakan tipe data yang hanya mengenal dua nilai yakni TRUE dan FALSE. Tipe data ini biasanya dipakai untuk menentukan sebuah kondisi. Dimana jika kondisinya benar, maka akan bernilai TRUE dan jika salah akan bernilai FALSE.
4. Null
Merupakan tipe data yang bernilai kosong, entah mengapa tipe data ini ada, mungkin akan saya bahasa di artikel lain. Tapi aku yakin, tipe data ini ada gunanya. Tidak mungkin pengembangan PHP menciptakan tipe data ini tanpa maksud dan tujuan tertentu.
5. String
Merupakan tipe data yang memuat semua abjad abjad, simbol dan angka. Kok angka ? bukannya angka itu merupakan tipe data integer ya ? Begini maksudnya setiap angka yang ditampung dalam tipe data String tidak dianggap sebagai angka melainkan sebagai sebuah karakter yang tidak bisa digunakan untuk melaksanakan operasi matematika.
6. Array
Merupakan tipe data yang dipakai untuk menampung banyak nilai. Untuk tipe data ini akan aku jelaskan pada artikel lain supaya maknanya tidak ambigu, ntar jadi salah paham perihal tipe data array dalam PHP.
7. Object
Merupakan tipe data yang digunakan untuk menyimpan dan isu perihal cara untuk mengolah data tersebut. Naah jadi bingungkan ? Ntar aku bahas di artikel lain. Artikel lain mulu, apa ga mampu dibahas disini ?. Sebenarnya bisa saja, hanya saja saya takut pemaparannya tidak sesuai dengan arti bergotong-royong, dan akan berujung pada KEBINGUNGAN. Kaprikornus tunggu aja artikelnya ya.
8. Resource
Kayak kosa kata dalam bahasa Inggris ya ?. Emang bener, bila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti "sumber daya". Nah ini apalagi coba ?. Baru belajar ini udah kaya gini bingungnya. Tenang tipe ini merupakan tipe data spesial yang mereferensikan keterkaitan luar melalui sebuah fungsi. Beda halnya dengan tipe data lain, tipe data ini hanya berbentuk sebuah fungsi.
Berikut tipe data PHP yang masuk dalam kategori tipe data Resource :
- mysqli_connect digunakan untuk menghubungkan PHP dengan database.
- ftp_connect digunakan untuk menghubungkan dan membuka protocol FTP.-
- imagerotate() digunakan untuk memutar sebuah gambar. kayak rotasi gitu deh.
Variabel dalam PHP
Menurut Wikipedia, varibel yakni suatu lokasi penyimpanan (didalam memori komputer) yang berisikan nilai atau gosip yang nilainya tidak diketahui maupun telah diketahui.
Itu berdasarkan Wikipedia ya, kini versi saya. Varibel merupakan tempat yang digunakan untuk menampung suatu data, baik itu berupa huruf, angka atau pun data lain yang dibutuhkan seorang programmer untuk membangun web di sisi servernya.
Varibel ini bida saja berisi berita yang diinginkan dan juga dapat berubah ketika script code dijalankan.
Varibel dalam bahasa pemrograman pada umumnya dipakai untuk menampung data inputan dari user ataupun untuk menampung data yang sudah didefenisikan sebelumnya, sama halnya dengan varibel dalam PHP, hanya saja tentu ada aturan dalam penulisannya, berikut aturan penulisan variabel dalam PHP :
Untuk menulis script PHP anda harus mengetahui opening dan closing tag dalam PHP. Tag ini harus ditulis saat anda memulai dan mengakhiri penulisan dari sebuah script PHP.
Opening tag PHP berupa "".
Nah lanjut ke hukum penulisan variabel dalam PHP, berikut aturannya :
1. Penulisan variabel harus diawali dengan tanda dollar $ atau biasa dikenal dengan nama "String".
Setelah tanda $, silahkan anda buat variabel dengan nama apa saja, mampu diawali dengan aksara dan undescore (_), untuk karakter selanjutnya boleh menggunakan aksara, angka, dan underscore (_). Dan perlu anda ketahui, minimal panjang karakter penamaan variabel dalam PHP adalah 1 aksara.
Penulisan variabel dilarang mengandung spasi, karakter khusus, dan harus diakhiri dengan titik koma ";".
Contoh penulisan variabel yang benar:
$a;
$mencar ilmu;
$Tutorial;
$pemrograman;
?> Contoh penulisan variabel yang salah :
$5aya;
$_belajar pemrograman;
$hari^*;
?> 2. Variabel PHP bersifat Case Sensitive
Setiap variabel dengan penamaan yang sama walaupun hanya berbeda dari penulisan abjad besar dan kecilnya akan dianggap berbeda dalam PHP. Misalnya saja $pemrograman akan berbeda dengan $Pemrograman, jadi harap berhati - hati dalam penamaan variabel.
3. Menggunakan tanda sama dengan setelah nama variabel
Jika anda ingin menawarkan atau mendefenisikan sebuah nilai dalam variabel dalam PHP, anda harus menggunakan tanda sama dengan (=) / assignment operators. Pemberian nilai ini disebut dengan assignment. Dan bila nilai pada sebuah variabel belum dipakai, dan pribadi diberikan nilai sesudah penamaannya, makan proses ini disebut dengan inisialisasi.
Contoh perlindungan nilai awal pada variabel :
$belajar_apa = "Belajar Bahasa Pemrograman PHP";
$berapalama = 2;
?> 4. Varibel dalam PHP tidak memerlukan deklarasi tipe data terlebih dahulu.
Kalau anda pernah belajar bahasa pemrograman lain sebelumnya seperti C++, pasti anda harus mendeklarasikan tipe data dari sebuah variabelnya terlebih dahulu. Berbeda dengan PHP, anda tidak perlu melaksanakan itu. Anda boleh saja membuat variabel ditengah acara pribadi menggunakannya.
Contoh nya :
$bilangan1 = 5;
$bilangan2 = 10;
echo $bilangan1 + $bilangan2;
?> 5. Variabel PHP tidak terikat pada tipe data tertentu
Bahasa pemrograman PHP masuk dalam kelompok Loosesly Type Language, yakni suatu jenis bahasa pemrograman yang variabelnya tidak terikat pada tipe data tertentu.
Beda halnya pada bahasa pemrograman Pascal atau C, jika di awal sebuah variabel di diklarasikan sebagai tipe data integer maka variabel itu hanya bisa di isi angka dan tidak bisa di isi dengan data lain.
Contoh penggunaan variabel PHP yang tidak terikat tipe data tertentu :
$bilangan = 9;
$bilangan = "sembilan";
$bilangan = 3.14;
?> 6. Variabel bawaan PHP (Predefined Variables)
Predefined variables atau variabel bawaan, merupakan variabel yang sudah di defenisikan eksklusif oleh sistem PHP dan tidak bisa dirubah data beserta fungsinya. Dan yang terpenting, anda jangan membuat variabel dengan nama yang sama dengan variabel tersebut.
Contoh Predefined variabel php :
$GLOBALS , $_SERVER , $_GET , $_POST , $_FILES , $_COOKIE , $_SESSION , $_REQUEST , $_ENV, $php_errormsg, $HTTP_RAW_POST_DATA, $http_response_header, $argc, $argv, $this . Sebenarnya masih banyak lagi predefined variabel pada PHP, untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di situs resmi PHP yakni http://www.php.net/reserved.variables , yang di dalamnya terdapat variabel yang masuk dalam kategori variabel bawaan PHP,
yang mana hal ini juga tergantung pada versi PHP, web server dan beberapa faktor lainnya.
Udah itu aja dulu, untuk kelanjutannya akan saya buat di artikel lain tentang PHP. Demikian penjelesan tentang "Belajar PHP : Pengenalan Bahasa Pemrograman PHP". Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan artikel di atas.
Referensi
https://www.codepolitan.com/variabel-dan-tipe-data-php-berguru-php
https://www.duniailkom.com/pengertian-variabel-dan-cara-penulisan-variabel-php/















