DCHP yakni kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak memakai DCHP harus memberikan alamat IP kepada semua computer secara manual.
Filled Under:
Cisco Packet Tracer,
Jaringan
Gadgetandcomputernews : Cara Membuat Simulasi Jaringan Dhcp Di Cisco Packet Tracer
Posted By:
Tukang Racik Jamu (Mas Ginantung)
- Wednesday, January 20, 2016
Kali ini akan menyebarkan cara bagaimana menciptakan desain atau simulasi jaringan komputer dengan memakai sistem DHCP dengan memakai software Cisco Packet Tracer. Namun sebelum itu, kalian sebaiknya mesti mengetahui apa arti dari sistem DHCP itu sendiri.
DCHP yakni kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak memakai DCHP harus memberikan alamat IP kepada semua computer secara manual.
DCHP yakni kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak memakai DCHP harus memberikan alamat IP kepada semua computer secara manual.
Jika DCHP dipasang di jaringan local, maka semua computer yang tersambung di jaringan akan menerima alamat IP secara otomatis dan server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, mirip default gateway dan
DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task
Force. DHCP merupakan ekstensi dari protocol Bootsrapt Protocol (BOOTP).
Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protocol yang memakai arsitektur client/server maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakti DHCP Server dan DHCP Client.
- DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang mampu "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa system operasi jaringan mirip Windows NT Server, Windows 200 Server, Windows 2003 Server atau GNU/Linux memiliki layanan mirip ini.
- DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar system operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 200 Profesional, Windows XP, Windows Vista atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak mirip ini.
Oke, kita kembali pada topik utama adalah bagaimana cara membuat atau mengkonfigurasi simulasi (design) jaringan komputer DHCP di Cisco Packet Tracer, disini kita akan praktek dengan memakai 4 client dan 1 server, maka yang 1 lagi akan kita pakai ip addressnya untuk gateway pada router.
Ip address yang mampu dipakai adalah…
192.168.11.1 --> Server
192.168.11.2 --> PC01
192.168.11.3 --> PC02
192.168.11.4 --> PC03
192.168.11.5 --> PC04
192.168.11.6 --> Gateway (Router 0/0)
Ada 6 ip address…
1. Coba kalian buat dahulu design jaringan mirip gambar dibawah ini

Yang kita butuhkan yakni 1 server, 1 switch, dan 4 komputer untuk membuat jaringan DHCP.
2. Kita setting dahulu DHCP pada server, klik 2X pada server. Lihat gambar di bawah ini..

Penjelasan :
(1) Klik tab config
(2) klik bab DHCP yang ada dibagian kiri
(3) Setting gatewaynya seperti yang kita atur diatas menjadi 192.168.11.6 ini merupakan ip address terakhir dari subnet mask yang kita miliki
(4)sebab ip address 192.168.11.1 akan kita gunakan untuk server itu sendiri secara manual, maka Start IP Address disini akan kita isi dengan 192.168.0.2 jangan lupa subnet masknya dengan 255.255.255.248
(5) klik tombol save, maka secara otomatis akan memunculkan point (6) membuktikan maksimal computer yang mampu ditampung oleh subnet mask ini ialah berjumlah 5. Pertanyaannya kenapa 5 kok bukan 6, ya, alasannya adalah 1 ip address yaitu 192.168.0.1 itu sendiri tidak dihitung.
(7) Save Setting-an kita tadi
3. Lalu kita setting Ip adress pada server, lihat gambar pengaturan IP adress di bawah ini.

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, untuk server kita pasang ip adress 192.168.11.1
4. Setelah itu kita setting atau atur ip adress dari PC0, klik 2X kemudian klik tab desktop, kemudian ip configuration.

Klik pilihan DHCP, maka ip adress akan terisi sendiri sesuai dengan setting DHCP pada server. Kita tinggal tunggu beberapa dikala, PC sedang meminta/request kepada server, maka akan tampil seperti ini.

Lakukan cara ini kepada komputer lainnya adalah PC1, PC2 dan PC3.
5. Untuk mengetahui apakah jaringan ini berfungsi(tersambung) atau tidak, mari kita cek dengan melakukan ping dari PC0 ke PC3.
Jika tertera tampilan TTL alias tidak menampilkan tulisan Request Time Out atau Host Unreachable, maka jaringan DHCP kita tersambung dan berhasil.
Sekian artikel tentang bagaimana cara mengkonfigurasi jaringan DHCP server sederhana memakai Cisco Packet Tracer, biar bermanfaat untuk kalian semua, jangan lupa untuk membaca artikel yang lainnya :
- Cara Membuat Simulasi Jaringan Peer To Peer
- Cara Membuat Jaringan Wireless Cisco Packet Tracer


